Pendekatan Berbasis Aset (Asset Base Approach)
Blog Amin Herwansyah | 9 Januari 2026
Pendekatan Berbasis Aset (Asset Base Approach)
Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah harus mampu mengadopsi pendekatan yang efektif untuk memaksimalkan potensi sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu konsep kunci yang perlu dipahami adalah perbedaan antara pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis defisit.
Pendekatan dapat dikatakan sebagai cara pandang atau cara berpikir kita melihat sesuatu. Pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis defisit berarti bagaimana kita memandang sumber daya sekolah, apakah dianggap sebagai aset/kekuatan atau kekurangan/masalah. Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah harus memahami perbedaan ini dan menerapkannya dalam kepemimpinan mereka.
Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) akan memusatkan perhatian kepala sekolah pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan baik. Mereka akan mengeluhkan banyak fasilitas sekolah yang tidak berfungsi baik, buku ajar yang tidak lengkap, atau sekolah yang tidak tidak memiliki laboratorium.
Kekurangan yang dimiliki mendorong cara berpikir negatif sehingga fokus mereka adalah bagaimana mengatasi semua kekurangan atau apa yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar, kepala sekolah menjadi seseorang yang tidak nyaman dan curiga yang dapat menjadikan kepala sekolah buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.
Sebaliknya, sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah yang mengadopsi pendekatan berbasis aset akan melihat potensi dan kekuatan yang ada dalam komunitas sekolah. Mereka akan fokus pada bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia, memberdayakan pendidik dan staf, serta mencari cara untuk mengembangkan apa yang sudah ada.
Dengan pendekatan ini, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan yang positif dan proaktif, di mana semua anggota komunitas sekolah bekerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Pendekatan berbasis aset memungkinkan kepala sekolah untuk lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberdayakan semua elemen dalam ekosistem sekolah.
Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukenali hal-hal yang positif dalam kehidupan.
Dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
Green & Haines (2010) menjelaskan perbedaan cara pandang yang menggunakan pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan berbasis aset pada tabel di bawah ini:
Sumber : Kepemimpinan Kepala Sekolah

.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar